Kesalahan Umum Saat Shooting yang Harus Dihindari

kesalahan-umum-saat-shooting-yang-harus-dihindari

Kesalahan Umum Saat Shooting yang Harus Dihindari. Shooting yang baik adalah keterampilan dasar yang sering menentukan apakah seorang pemain bisa mencetak gol atau hanya membuat kiper tertawa. Banyak pemain muda dan bahkan yang sudah berpengalaman masih sering melakukan kesalahan teknis sederhana yang membuat tendangan meleset, lemah, atau mudah ditangkap kiper. Kesalahan ini biasanya berulang karena kurang perhatian pada detail dasar, padahal memperbaikinya bisa langsung meningkatkan akurasi dan kekuatan tembakan secara signifikan. Di berbagai kompetisi terkini, gol-gol spektakuler sering lahir dari pemain yang menghindari kesalahan umum ini. Memahami dan menghilangkan kebiasaan buruk saat shooting adalah langkah pertama menuju tendangan yang lebih konsisten dan mematikan. BERITA BASKET

Kesalahan Posisi Tubuh dan Keseimbangan: Kesalahan Umum Saat Shooting yang Harus Dihindari

Salah satu kesalahan paling sering adalah posisi tubuh yang tidak tepat sebelum menendang. Banyak pemain meletakkan kaki tumpu terlalu jauh atau terlalu dekat dari bola, sehingga pusat gravitasi terganggu dan tenaga tidak tersalur maksimal. Kaki tumpu seharusnya berada di samping bola dengan jarak sekitar 20–30 cm, ujung kaki mengarah ke target. Badan juga sering terlalu tegak atau condong ke belakang, membuat ayunan kaki kurang kuat dan bola mudah melambung tinggi. Kesalahan lain adalah menoleh ke arah target terlalu dini—mata harus tetap fokus ke bola hingga kontak terjadi agar akurasi tidak terganggu. Pemain yang condong ke belakang juga sering kehilangan keseimbangan setelah menendang, sehingga tendangan terlihat lemah atau melenceng. Latihan sederhana dengan berdiri diam dan mengayunkan kaki tanpa bola bisa membantu membentuk postur yang benar. Ketika posisi tubuh sudah otomatis tepat, kekuatan dan arah tembakan langsung meningkat tanpa perlu tenaga ekstra.

Kesalahan Ayunan Kaki dan Kontak Bola: Kesalahan Umum Saat Shooting yang Harus Dihindari

Ayunan kaki yang tidak sempurna sering menjadi biang keladi tembakan meleset atau lemah. Banyak pemain hanya mengayunkan kaki dari lutut, bukan dari pinggul, sehingga tenaga tidak maksimal dan bola tidak punya kecepatan. Ayunan harus dimulai dari pinggul dengan gerakan melingkar penuh, lalu kaki lurus setelah kontak bola. Kontak bola juga sering salah—banyak yang memukul bola dengan jari kaki atau sisi luar kaki, sehingga bola melambung atau menyimpang. Kontak ideal adalah di tengah atas bola menggunakan punggung kaki untuk tendangan datar keras, atau bagian dalam kaki untuk melengkung masuk ke sudut. Kesalahan umum lain adalah menghentikan ayunan kaki terlalu cepat setelah kontak, yang membuat bola kehilangan kecepatan dan mudah ditangkap kiper. Latihan repetisi dengan fokus pada follow-through (lanjutan ayunan setelah kontak) sangat membantu mengatasi masalah ini. Pemain yang mengayunkan kaki hingga mengarah ke target biasanya menghasilkan tembakan lebih keras dan akurat.

Kesalahan Mental dan Pemilihan Momen

Banyak tembakan gagal bukan karena teknik buruk, melainkan karena keputusan mental yang salah. Pemain sering ragu menembak dari jarak jauh karena takut bola keluar, padahal justru momen itu yang paling mematikan. Kesalahan lain adalah terlalu memaksakan shooting saat ada opsi passing lebih baik atau saat posisi tidak ideal, sehingga bola mudah diblok atau ditangkap kiper. Tekanan dari lawan juga sering membuat pemain buru-buru menendang tanpa melihat target dengan baik—mata harus fokus ke bola dan sudut gawang sejak awal. Latihan di bawah tekanan waktu atau dengan target kecil membantu membentuk insting untuk memilih momen yang tepat. Pemain yang tenang dan percaya diri biasanya lebih sukses karena mereka tidak panik saat ada bek mendekat atau kiper maju. Mental yang kuat membuat shooting first time atau dari sudut sulit terasa lebih mudah dan akurat.

Kesimpulan

Kesalahan umum saat shooting—posisi tubuh salah, ayunan tidak penuh, kontak bola tidak tepat, serta keputusan mental yang buruk—sering menjadi alasan mengapa tembakan meleset atau lemah meski pemain sudah berlatih keras. Memperbaiki detail kecil seperti kaki tumpu, follow-through, dan pemilihan momen bisa langsung meningkatkan akurasi dan kekuatan secara signifikan. Bagi pemain muda, latihan repetisi dengan fokus pada teknik dasar dan mental yang tenang adalah investasi terbaik. Shooting yang efektif bukan hanya soal kekuatan kaki, melainkan keseluruhan gerakan tubuh, timing, dan keberanian. Ketika kesalahan-kesalahan ini dihilangkan, tendangan dari luar kotak atau sudut sempit akan lebih sering masuk dan menjadi senjata mematikan. Mulailah dari latihan sederhana setiap hari—hasilnya akan terlihat dalam waktu singkat. Shooting yang baik adalah kunci menuju gol-gol indah dan kemenangan tim.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *