Perbedaan Wheelchair Rugby dan Basket Kursi Roda. Wheelchair rugby dan basket kursi roda merupakan dua olahraga tim populer bagi atlet dengan disabilitas, keduanya dimainkan di lapangan indoor serupa. Wheelchair rugby, sering disebut murderball, diciptakan khusus untuk atlet dengan keterbatasan pada empat anggota tubuh, sementara basket kursi roda lebih luas mencakup berbagai tingkat disabilitas. Keduanya menawarkan kompetisi sengit di Paralimpiade, tapi memiliki perbedaan mendasar dalam aturan, peralatan, dan gaya permainan. Wheelchair rugby menonjolkan kontak fisik ekstrem, sedangkan basket kursi roda fokus pada skill bola dan tembakan akurat. Memahami perbedaan ini membantu menghargai uniknya masing-masing olahraga dalam mendukung atlet disabilitas. INFO CASINO
Aturan Permainan dan Cara Mencetak Poin: Perbedaan Wheelchair Rugby dan Basket Kursi Roda
Aturan wheelchair rugby menggabungkan elemen rugby, hoki es, dan handball, dengan empat pemain di lapangan dari total 12 anggota tim. Gol dicetak saat pemain membawa bola melintasi garis gol lawan, dengan minimal dua roda kursi melewati garis. Bola bisa dibawa di pangkuan atau dilempar, tapi wajib passing atau dribble setiap 10 detik. Pertandingan terdiri dari empat kuarter 8 menit, penuh kontak kursi roda yang legal sebagai strategi blok.
Sebaliknya, basket kursi roda mengikuti aturan mirip basket konvensional, dengan lima pemain di lapangan. Poin dicetak melalui tembakan ke ring setinggi 3 meter, termasuk free throw dan three-pointer. Dribble wajib saat bergerak, dengan travelling jika dorong kursi lebih dari dua kali tanpa pantul bola. Waktu permainan empat kuarter 10 menit, tanpa kontak fisik langsung—kursi dianggap bagian tubuh, tapi fokus pada skill passing dan shooting. Perbedaan ini membuat rugby lebih agresif, sementara basket lebih teknis.
Peralatan dan Desain Kursi Roda: Perbedaan Wheelchair Rugby dan Basket Kursi Roda
Peralatan menjadi pembeda utama. Di wheelchair rugby, kursi roda khusus dibagi ofensif dan defensif: ofensif untuk kecepatan dengan bumper rendah dan wing pencegah kait, defensif dengan picker untuk tahan lawan. Kursi dilengkapi spoke protector dan anti-tip untuk aman saat tabrakan keras. Bola mirip voli, tekstur kasar untuk grip mudah meski fungsi tangan terbatas.
Basket kursi roda menggunakan kursi lebih ringan dengan roda cambered untuk manuver cepat, bumper bulat depan agar tidak saling kait saat kontak tak sengaja. Bola sama seperti basket biasa, fokus pada pantulan dan tembakan. Sarung tangan umum di rugby untuk grip bola dan push rim, sementara di basket lebih opsional. Desain rugby prioritaskan daya tahan bentur, sedangkan basket kecepatan dan kelincahan tanpa kontak ekstrem.
Klasifikasi Pemain dan Kualifikasi Atlet
Klasifikasi wheelchair rugby ketat: poin 0.5 hingga 3.5 berdasarkan fungsi tubuh, total empat pemain maksimal 8.0 poin. Atlet biasanya tetraplegia atau impairment pada empat anggota tubuh, campuran pria-wanita dengan bonus poin untuk perempuan. Ini ciptakan keseimbangan antara blocker low-pointer dan carrier high-pointer.
Basket kursi roda lebih inklusif, klasifikasi 1.0 hingga 4.5, total tim lebih fleksibel tanpa batas ketat seperti rugby. Atlet bisa paraplegia atau impairment lebih ringan, bahkan non-disabilitas boleh di level rekreasi. Rugby dirancang untuk atlet dengan keterbatasan berat agar semua punya peran aktif, sementara basket akomodasi spektrum disabilitas lebih luas.
Kesimpulan
Perbedaan wheelchair rugby dan basket kursi roda terletak pada intensitas kontak, aturan scoring, peralatan tahan bentur, serta fokus klasifikasi pada atlet tetraplegia. Rugby menawarkan adrenalin tinggi melalui tabrakan strategi, sementara basket tekankan presisi dan kerja sama tanpa fisik kasar. Keduanya beri manfaat kesehatan dan inklusi bagi atlet disabilitas, tapi pilih sesuai preferensi: agresif atau teknis. Olahraga ini terus berkembang di Paralimpiade, menginspirasi jutaan dengan ketangguhan dan semangat kompetitif yang setara.